Cerpen : Pelangi di Hati

Rintik hujan mulai jatuh dari angkasa, mendung yang sedari tadi menggelayut di langit Semarang berubah menjadi gerimis. Widuri duduk termenung, menatap rintik hujan dari balik jendela kamarnya. Ia menghela nafas seolah ingin melepas segala permasalahan dirinya. Ingatannya melayang pada kejadian tadi pagi di bangku taman sekolah.
“Wid, aku pengin kita mengakhiri hubungan kita.” Kata Hilman kakak kelas yang sudah beberapa bulan menjadi tambatan hatinya. Perkataan Hilman yang tiba-tiba itu bagaikan sebuah petir di siang bolong.
“Tapi mas, apa salahku? Apa aku kurang sempurna di matamu?” Tanya Widuri terisak.
“Kamu tidak pernah berbuat salah padaku, tapi kamu terlalu baik bagiku Wid. Terus terang, selama beberapa bulan bersamamu, aku merasa sulit menghapus bayang Rieta mantanku sebelum kamu.
Kemarin, dia mengajaku untuk balikan. Dia menyesal sudah putus denganku. “ Jawab Hilman tanpa berani memandang Widuri.
“Jadi mas anggap aku sebagai pelarian aja?
Mengapa dari dulu mas tidak pernah cerita hal itu padaku .” Teriak Widuri . Ia pun bangkit, dan menghambur menuju kelasnya sambil menahan tangis. Hilman hanya bisa memandang kepergian Widuri.
“Mas Hilman, mengapa mas tega padaku?” Batin Widuri sakit.
Di kelas, Widuri hanya melamun, ”Heiii, ngelamun aja nih non, entar kesambet setan biar tahu rasa lho!.” kaget Nurul sobat kental Widuri dari kecil. ”Cerita deh, biasanya kalau kamu lagi kayak gini pasti kamu ada masalah.
Siapa tahu aku bisa kasih solusi buat kamu.” Widuri hanya tersenyum simpul. Perlahan, ia menceritakan kejadian yang menyakitkan itu pada Nurul sambil terisak. Nurul pun paham. “Wid, saranku lupakan Hilman.Cowok di dunia ini tidak hanya dia seorang. Kamu tuh cantik dan pintar, tak sulit rasanya mencari pengganti Hilman.” kata Nurul sambil mengusap air mata yang menetas di pipi Widuri. .
“Tapi, apa aku bisa melupakan mas Hilman? “ Tanyanya gamang
“Kamu pasti bisa.” Yakin Nurul sambil memeluk sahabatnya.
Tretttttttt, bel pulang sekolah berbunyi. Widuri bergegas bersiap-siap pulang.
”Eh, Wid kamu jadi kan berangkat latihan nari nanti sore?” Ingat Nurul.
“Ya, nanti ketemuan di sanggar tari ya.” Jawab Widuri.
Mereka pun berpisah di gerbang sekolah. Ketika dia menunggu bis di halte depan sekolah, sekilas ia melihat Hilman memboncengkan Rieta naik ninja kesayangannya. “Aku pasti bisa lupakan dia” Mantap Widuri dalam hati .
Sore itu Widuri datang ke sanggar, seperti biasa ia mulai berlatih bersama rombongan teman-temannya. Kali ini, saat berlatih menari Bedaya sendiri ia menangkap sesosok pemuda yang kagum atas tariannya. “Siapa sih dia” Batin Widuri.
Tiba-tiba Si pemuda mengeluarkan Handycam dari tasnya dan mulai merekam. Widuri pun jadi tak konsen menari . Setelah menari, Si pemuda menghampirinya “Bagus banget tarian kamu tadi.” Pujinya. Widuri pun tersipu malu “Terimakasih.” Kata Widuri .
Mereka berdua berkenalan dan mulai saling mengobrol. Widuri akhirnya tahu nama cowok itu adalah Reva, ia teman kuliah Yoga anak pemilik sanggar yang kuliah di Jakarta. “ Kalau kamu tak berkeberatan, bolehkah aku merekam tarianmu?” Tanyanya “Tentu saja boleh.” jawab Widuri.
Sejak perkenalan itu, Reva mulai dekat dengan Widuri. Widuri pun mampu melupakan sejenak rasa sakit di hatinya.
Beberapa hari kemudian, Reva mulai rajin berkirim SMS dan meneleponnya. Hari itu, sepulang sekolah Widuri kaget setengah mati. Tiba-tiba, Reva menjemputnya di sekolah tanpa meminta izin padanya. Nurul yang tahu cerita kedekatan Widuri dengan Reva , hanya bisa terkekeh saat Widuri dibonceng naik Vespa pinjaman Reva dari Yoga. Kali ini ia ingin mengajak Widuri berkeliling kawasan Kota Lama Semarang. Berbekal kamera, ia menginginkan mengambil sejumlah shoot. Setelah memarkir Vespanya, mereka turun. Reva sudah asik mengambil sejumlah shoot menarik. Widuri menemani di sampingnya dengan senang hati, kali ini Reva dengan sengaja memfoto Widuri saat termenung menikmati senja di bangunan tua Kota Lama Semarang.
“Revaaaaaaaaaa, ngapain kamu?” Sewot Widuri.
Mereka pun memperebutkan kamera itu.
“ Hapus gak.” pinta Widuri setengah manyun.
Sang surya pun mulai berarak ke peraduannya. Reva mengantarnya pulang, seusai mentraktir makan di warung lesehan. Setelah sampai di depan rumah Widuri, Reva mulai berkata untuk mencairkan suasana
“ Wid, bulan depan aku mau balik ke Jakarta.
Sebelum itu ada yang mau aku omongin. Beberapa bulan ini, baru ku tahu aku menyimpan perasaan padamu. Tapi, aku malu mengatakannya padamu. Baru sekarang aku berani mengatakannya”m kata Reva.
Maukah engkau, menjadi pelangi yang mewarnai hari-hariku?” Tanya Reva sambil mengenggam tangan Widuri dan mengecupnya.
“Aku belum bisa kasih jawaban sekarang Rev .” Jawab Widuri setengah gamang.
“Sulit rasanya bagiku melakoni gaya pacaran jarak jauh. Lagipula ini terlalu cepat buatku ” Jelas Widuri sambil menarik tangannya dari gengaman Reva.
“ Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu.” Harap Reva.
Widuri bergegas turun dari vespa dan masuk ke dalam rumah. Hubungan Widuri dan Reva, semakin dekat. Setiap malam sebelum tidur Reva menelepon Widuri dan berkata. “Have a nice dream, I am still waiting.”
Dan setiap pagi, sekuntum mawar putih dari Reva datang padanya. Di kartu ucapannya ia selalu menulis
“Selamat Pagi Cinta. I am still waiting.”
“Duh, aku harus gimana donk Rul?” Lapor Widuri.
”Emmm, menurutku kalau kamu suka padanya nyatakan sebelum terlambat. Entar kamu nyesel lho.” Saran Nurul
“Kamu gak mau kan, ngalami patah hati untuk kedua kali?
Sekarang jujur padaku, kamu suka kan ma Reva?” Tanya Nurul.
“Entahlah, aku bingung Rul. Di satu sisi, aku masih berharap mas Hilman akan kembali kepadaku tetapi di sisi yang lain relung hati yang sempat kosong kembali terisi oleh kehangatan Reva.”
Hari ini adalah ulang tahun Widuri yang ke 17, Reva membuatkan suatu surprise bagi Widuri ia mengajak Widuri menikmati Indahnya panorama Rawa Pening. Hawa sejuk terasa, saat mereka duduk di bangku taman Bukit Cinta di depan mereka terhampar pemandangan Rawa Pening dan Gunung Ungaran , Reva kembali menyatakan perasaan cintanya “Wid, aku sayang padamu. Maukah kamu jadi pelangi di hatiku?” Tanya Reva menunggu kepastian.
Widuri bingung harus ngomong apa
“Maaf Rev, aku belum siap kasih jawaban sekarang.
Aku masih gamang. Kamu gak marah kan?” Jawab Widuri terbata-bata,
“Gak papa, aku akan sabar menanti jawaban darimu.” Jawab Reva

“ Ini untukmu sebagai hadiah ulang tahun dariku.” Kata Reva sambil mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam tasnya.
“ Apa ini Reva?” Tanya Widuri, ia pun segera membuka bungkusan itu. Widuri tertegun, sebuah kotak musik klasik yang di dalamnya ada kalung berukirkan namanya diberikan Reva padanya.
“Reva, makasih” Sahut Widuri lirih.
Esok harinya, Reva menjemput Widuri. Kali ini ia melihat Widuri sedang berbicara pada seorang cowok. Tanpa sengaja, ia mendengar pembicaraan itu.
“Wid, aku nyesel putusin kamu.
Ternyata Rieta lebih memilih cowok lain yang lebih kaya dan tajir daripada aku.” Kata Hilman memelas sambil memegangi tangan widuri
“ Aku pengin kita balikan kayak dulu.” Harapnya.
“Tapi, mas Hilman, aku…”
Ketika Widuri belum sempat melanjutkan jawabannya, ia melihat sesosok Reva yang terpaku melihat kejadian itu. “ Reva., tunggu” Teriak Widuri tertahan.
Reva bergegas menstater Vespanya dan meninggalkan Widuri, yang hanya bisa terpaku menatap kepergiannya
Beberapa hari kemudian, Reva sudah jarang menelepon dan mengiriminya sms dan bunga. Di kamar Widuri termenung memikirkan Reva, baru kali ini dia yakin atas perasaannya. “Reva, aku mau menjadi pelangi hatimu.” Batin Widuri.
Tiba-tiba, Ibu Widuri masuk ke kamarnya dan memberitahu dirinya bahwa ada seorang cowok ingin menemuinnya.“ Reva ada apa?” Kata Widuri saat melihat kedatangan Reva
“Halo, Wid aku cuma mau pamit. Dan kasih hasil foto kamu. Nih!” Ucap Reva tanpa berani memandang Widuri.
” Terimakasih sudah menemani aku selama di Semarang.” Reva pun bergegas pamit pulang.
Saat Reva akan menutup gerbang rumah, tiba-tiba Widuri datang memeluknya dari belakang. “Rev, aku juga menyimpan perasaan padamu. Itulah jawabanku atas pertanyaanmu kemarin.
Masalah mas Hilman , aku sudah tak ada hubungan lagi.” Jelas Widuri
“ Terimakasih Widuri, kamu telah mau menjadi pelangi yang akan mewarnai hidupku dari jarak jauh.” Kata Reva.
“ Aku akan terus menyayangimu, walaupun jauhnya antara Jakarta – Semarang.”
Besok siangnya, Widuri mengantar Reva pulang ke Jakarta naik kereta dari Stasiun Tawang.“ Wid, aku janji akan sering berkirim kabar padamu, dan main ke sini.
Tunggulah aku.” Janji Reva.
“Rev, aku akan menunggu janjimu.” Sahut Widuri.
Lalu, Reva mengecup kening Widuri sambil berkata ”Jaga dirimu”.
Reva akhirnya masuk ke dalam kereta yang perlahan berjalan dan membawanya pulang ke Jakarta. Widuri hanya bisa melihat kepergian kekasihnya dari balik peron dan melambaikan tangannya.

MC of Separation

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Excelency, Mr. Ty. Sujito as headmaster of SMK Pemuda 01 Kesamben
Respectable our beloved teachers
Dear ladies and getlement
Dear brothers and sisters
Dear my lovely audience

First of all, let us praise to the Almighty Allah SWT, because of His Blessing we are able to come here, to attend a farewell ceremony for the students of SMK pemuda 01 kesamben grade
Secondly, may shalawat and salam be upon the our 0Prophet Muhammad SAW who has guided us from the darkness into the brightness.
Ladies and Gentlemen, Brothers and Sisters…
In this good opportunity, I am standing here to represent all the students of SMK Pemuda Grade IX to give a valedictory speech.
On the behalf of all students grade IX ….
First, we would like to say thank you very much for all the teachers of SMK Pemuda 01 kesamben who have taught, educated, and guided us so that we can pass the national exam (UN) successfully. We know that advice, guidance, and motivation given by the teachers of SMK Pemuda 01 Kesamben have made us better not only in thinking but also in attitudes. My teachers… we realize that we cannot give you reward. We can only give you gratitude
and pray. May God repay your kindness.
Second, we would like to apologize to all of the teachers, administration staffs and all the elements of SMK Pemuda 01 Kesamben . Please, forgive our mistakes and hopefully we can make our attitudes better than before.
Third, especially to our younger brothers and sisters in grade VIII and VII, we would like to remind you, please keep studying hard, obey your teachers’ advices, try to be better than us. And, please pray for us to be able to continue our study to the further education so that someday we will become successful and useful persons for this country and our society.

Ladies and Gentlemen, Brothers and Sisters…
I think that’s all my valedictory speech. Hopefully it will be useful for all of us. The last, on the behalf of students grade IX, once again, I would like to say, forgive us… remember us… pray for us… for the students of SMPN 1 Tikung grade IX academic year 2010/ 2011. Thank you very much.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Cerpen ; Suatu Keajaiban

Ana adalah seorang murid SMP yang berasal dari keluarga miskin. Ayah Ana Cuma seorang pengangguran.Dan ibunya setiap harinya hanya mengurus anak-anaknya. Ia mempunyai 1 adik bernama Adi dan ia mempunyai 1 orang kakak bernama Sarah.Adiknya seorang murid, dia masih kelas 1 SD.. Dan kakaknya sudah bekerja diluar negeri, tetapi tidak ada salah satu seorangpun dari keluarganya yang mengetahui ia bekerja sebagai apa. Ia Cuma mengetahui bahwa Sarah bekerja di luar negeri saja.Sudah 11 tahun, Sarah tidak mengirim kabar dan tidak pula ia mengirim surat untuk keluarganya.
Setiap harinya, kedua orangtuanya selalu resah dan selalu memikirkan Sarah. Bagaimana tidak? Bayangkan saja siapa sih orang tua yang rela anaknya sampai kenapa-napa.Karena sudah sekian lamanya Sarah tidak mengirim kabar.Tapi kedua orang tuanya tidak mengeluh terhadap apa yang telah terjadi dengan keluarganya. Dia hanya pasrah dan tawakal kepada Allah. Setiap sesudah sholat, dia selalu mendoakan Sarah agar tidak terjadi apa-apa dengannya.
Ayah dan Ibu Ana juga resah memikirkan Ana yang sudah menduduki kelas 1 SMP dan adiknya yang masih kelas 1 SD. Dia bingung memikirkan bagaimana cara agar dia mendapatkan uang dengan cara yang halal karena setiap bulan ia harus SPP anak-anaknya Dia tidak mau anaknya putus sekolah cuma gara-gara uang. Dia terus berusaha dengan cara yang halal agar kedua anaknya tetap sekolah.
Ana adalah anak yang rajin beribadah. Setiap sehabis sholat, dia selalu berdoa agar orang tuanya diberi rizki oleh Allah dan agar diberi kesehatan dan keselamatan terhadap kakaknya, Sarah. Ana juga seorang anak yang rajin belajar. Di SD nya, dia selalu mendapatkan juara pertama di kelasnya. Saking pintarnya Ana, Kepala Sekolah yang ada di SD nya Ana memberi beasiswa kepada Ana, sehinggga kedua orang tua Ana tidak perlu membayar uang bulanan Ana. Sekarang,Ana sudah kelas 1 SMP, sehingga tidak ada lagi yang memberi beasiswa kepada Ana.
Setiap pagi, Ana selalu berangkat sekolah dengan adiknya. Tidak lupa sebelum berangakat ke sekolah, Ana selalu minta izin kepada kedua orang tuanya. Sekolah adiknya Ana kebetulan dekat dengan sekolah Ana. Dan sekolahannya pun tidak jauh dari rumah Ana.Jadi, Ana dan adiknya berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki.
Kira-kira 15 menit, Ana sudah sampai di sekolahan.Kebetulan, itu adalah hari pertama Ana masuk sekolah SMP.Di kelas, masing-masing murid baru di suruh memperkenalkan diri agar siswa lainnya bisa kenal. Seperti pepatah mengatakan ”Tak kenal maka tak sayang”. Yang pertama maju ke depan adalah Susi, teman baru di SMP Ana. Kemudian ia langsung memperkenalkan dirinya dengan siswa lain. Susi ini adalah anak dari pengusaha besar. Tentunya dia kaya, dong!!!.Sesudah perkenalan dari Susi, selanjutnya giliran Ana. Ana memperkenalkan jati dirinya kepada siswa lainnya. Ana juga memperkenalkan bahwa dia adalah seorang anak pengguran.Tiba-tiba spontan, tertawalah seluruh teman yang ada di kelasnya.Terutama Susi, Susi langsung mengatakan ”Mana mungkin seorang pengangguran bisa menyekolahkan anaknya. Paling tidak ada sebulan, langsung putus sekolah”katanya mengejek Ana. Ana cuma bisa diam.Lalu ibu guru memberhentikan tertawa anak-anak. Dan beliau mengetakan bahwa teman-teman tidak boleh mengejek Ana, karena Ana juga sama seperti kita.Seharusnya kita kasihan kepada Ana karena dia menjadi seorang anak tak punya, kita harus membantunya. Kita tidak boleh membeda-bedakan teman kita.
Bel pun telah dibunyikan, tandanya anak-anak sudah.boleh pulang. Kemudian, Ana pulang dengan jalan kaki sendiri. Tiba-tiba di tengah jalan, Crooot!!! Air kotor yang ada di tengah jalan memercik baju Ana. Ternyata setelah Ana lihat itu adalah mobilnya Susi.Mobil itu berhenti sejenak. ”Sukurin kamu anak orang miskin,emang enak aku percikin, kata Susi. Lalu mobil itu langsung pergi begitu saja. Ana cuma bisa diam saja. Dia terus jalan menuju ke rumah. Sesampainya di rumah, Ayah dan Ibu Ana tidak ada. Ana langsung meletakkan tasnya ke kamar tidurnya, kemudian dia langsung pergi ke kamar mandi untuk memcuci bajunya yang kotor.Sesudah mencuci bajunya yang kotor, Ana lalu belajar.
Tiba-tiba tok...tok...tok... Ayah dan ibu Ana pulang ke rumah. Lalu Ana membukakan pintu ”Dari mana ayah,Ibu” kata Ana. Ayah dan Ibu habis baru saja mencari pekerjaan agar kamu an adikmu bisa sekolah” kata Ibu. Mendengar perkaaan itu, Ana langsung kasihan mendengar ibunya bicara. Pikirnya dalam hati ”Sungguh kasihan orang tuaku berjuang dari pagi sampai sore cuma gara-gara agar aku dan adikku bisa sekolah. Betapa besar perjuanganmu ibu dan ayahku”. Bu....yah kalian pasti belum makan dari tadi siang. Makanya aku buatkan makanan dan dua cangkir kopi untukmu. Walaupun hanya itu, mudah-mudahan bisa menghilangkan rasa lapar dan rasa capek ayah dan Ibu, katanya. ”Makasih anakku engkau memang anakku yang baik”kata ayah dan ibu Ana. Ana tersenyum.
”Bagaimana Ana, hari pertamamu masuk ke sekolah SMP, tentunya senang bukan”ujar Ayah dan Ibu Ana. Senang Bu...yah semua teman menyukai aku” kata Ana. Pikirnya Ana dalam hati, Maafkan Aku ayah, ibu aku terpaksa berbohong,jika aku menceritakan keadaan yang sebenarnya, pasti ayah dan Ibu akan kecewa. Aku tidak mau melihat ayah dan Ibu bersedih.
Kemudian Ana lalu melanjutkan belajarnya. Sesudah belajar, Ana langsung sholat Isya’.Tidak lupa setelah sholat Ana berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esakemudian tidur.
Besok paginya Ana berangkat sekolah seperti biasanya.Sesampaiya di sekolah, Ana mengikuti pelajaran sekolah. Ana diberi Ilmu oleh Bapak Ibu Guru di kelas.Waktu itu adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Bapak Guru memberikan soal kepada murid-murid yang dituliskan di papan tulis.”Siapa yang bisa mengerjakan soal ini mohon maju ke depan”kata Pak Guru. ”Saya Pak”kata Ana. ”Iya Ana silahkan maju ke depan”kata Pak Guru. Lalu Ana maju ke depan untuk mengerjakan sol-soal tersebut. ”Terima kasih Ana, jawabanmu betul”kata Pak Guru. Sama-sama Pak, kata Ana. Buuuukkk!! Ana terjatuh di lantai. Ha...ha....ha. emang enak kamu Ana aku jegal. Lalu teman yang lain menjawab ”Dasar orang miskin, gak pernah berjalan di lantai sebagus itu ya....!!! Susi lalu menjawab ”Maklumlah orang miskin,”. ”Sudah-sudah kalian hentikan pertengkaran ini..., sebenarnya kita itu harus menyayanginya, bukan membencinya,kasihan Ana”. ”Kamu tidak apa-apa, Na?” tanya Pak Guru. ”Tidak Pak” jawab Ana.
Teng....teng...teng...bunyi bel telah dibunyikan. Kemudian anak-anak mempersiapkan pulang dengan dipimpin oleh Pak Guru. O...ya anak-anak besok akan ada ulangan dari saya. Kalian harus sudah siap. Jangan lupa belajar. Kalian juga harus membayar uang ujian, uang SPP sekaligus kita menyumbang uang kepada Panti Asuhan jadi semuanya Rp.650.000,00. Kalau kalian tidak membayar uang itu,kalian tidak boleh mengikuti ujian besok. Iya, Pak? Jawab anak-anak
Kemudian anak-anak pulang ke rumahnya masing-masing.Ditengah jalan Ana merasa kehausan. Lalu dia membeli es. Baru Ana akan memakan es, tiba-tiba ada seorang nenek yang mengatakan ”Dik, tolong aku. Aku lapar dan haus sekali”kata nenek tua itu. Ana merasa kasihan, kemudian Ana langsung memberikan esnya kepada nenek tua tadi. ”Ini nek”jawab Ana. Baru Ana akan memberika es itu kepada nenek tua tadi, tiba-tiba plukkkk..... esnya terjatuh karena sengaja ditampar oleh Susi. ”Upsss Maaf!!! gak sengaja”kata Susi. Susi langsung pergi begitu saja. Tetapi sebelum pergi Susi berkata ”Kasihan deh kamu Ana, pasti besok ayah dan ibumu tidak bisa membayar uang sebanyak Rp.650.000,00 karena ayah dan ibumu orang miskin, mana mungkin bisa membayar uang sebanyak itu” kata Susi. ”Sudah Susi jangan menghina orang tua saya, kamu boleh menghina aku tapi jangan orang tuaku”kata Ana. Eh....eh...eh siapa kamu orang tua saya apa, beraninya kamu melarang aku ya, Plaaaaakkkkk Susi dengan beraninya menampar Ana. ”Aduh sakit”kata Ana. ”Rasain kamu makanya jangan sekali-sekali kamu melarang aku ya,dasar orang miskin”kata Susi. Susi langsung pergi begitu saja.
”Ayo nek, saya antar ke rumah saya. Nenek lapar kan!!!”kata Ana. ”Iya nak, ayo kita pergi ke rumahmu. Nenek sudah lapar sekali dari dua hari belum makan”
Sesudah sampai di rumahnya Ana, Ana mempersilahkan nenek tua itu masuk ke dalam rumahnya. ”Nek aku mau kebelakang dulu ya, mau ambil makanan” kata Ana. ”Iya nak”jawab nenek itu. Ana langsung pergi ke belakang. ”Siapa nenek itu Na” kata Ibunya Ana. ”Oh itu seorang nenek yang tadi minta es kepada saya dan tidak segaja es itu jatuh gara-gara ditampar oleh teman saya, kasihan dia bu, dia belum makan dan minum sejak dua hari”kataAna”.Hah...kasihan sekali dia, cepat kamu ambilkan makanan dan minuman untuknya” kata ibunya Ana. ”Iya bu” jawab Ana. Segera Ana memberikan makanan kepada nenek tua itu. ”Ini nek makanan dan minumannyanya, maaf ya nek makanannya cuma kaya begini, semoga ini bisa membuat nenek tidak lapar dan tidak haus lagi” kta Ana. ”Terima kasih Nak”jawab nenek tua itu. Lalu nenek itu memakan dan meminumnya. ”Sudah nak, makasih atas pemberiannya”. Sekarang nenek harus melanjutkan perjalanan nenek untuk melanjutkan kehidupan” kata nenek tua itu. ”Sudahlah nek, lebih baik nenek tinggal di sini saja”kata Ana. ”Engkau sungguh baik nak” kata nenek itu. ”Atas jasmu kepadaku dan ketulusan hatimu untuk membantuku, maka kamu juga akan kubantu” kata nenek itu. ” Apa maksud nenek?”kata Ana. Sudahlah, apakah ini kakakmu” kata nenek. Tiba-tiba kakak Ana yang bekerja di luar negeri itu menampakkan dirinya. ”Kakak, kakak, kakakku”kata Ana. ”Adikku, oh adikku Ana” kata kakak Ana. Ana langsung pergi ke dapur menemui ibunya dan ayahnya yang ada di dapur. Ibu...ayah, kak sarah pulang” kata Ana. ”Hah, Sarah pulang, mana dia” kata ibu dan ayahnya. Ibu dan ayahnya langsung menuju ke ruang tamu unutk melihat sarah. ”Sarah”, kata ibunya. Tiba-tiba ibunya pingsan. Kemudian ibunya dengan cepat dibawa ke kamar untuk dikompres. Ibunya pun sudah sadar. ”Sarah, ibu rindu sekali padamu, nak” kata ibunya. ”ayah dan adik-adikmujuga rindu sekali padamu, Nak, kemana kau selama ini? Apakah disana kau baik-baik saja? Kau bekeja sebagai apa?”kata Ayahnya. ”Saya juga rindu sekali pada kalian semua” kata Sarah.”Saya berada di Amerika Serikat. Disana Sarah dikasih kebutuhan yang cukup oleh teman-teman Sarah. Bahkan Sarah juga disekolahkan disana, dan alhamdulillah Sarah mendapat beasiswa sebesar Rp 20.000.000 (dua puluh juta rupiah), dan sebenarnya Sarah disana ingin bekerja, tetapi teman-teman Sarah tidak memperbolehkan saya bekerja, dan teman-teman Srahlah yang setiap hari menyisihkan uang sakunya untuk memeberi Sarah uang. Jadi Sarah disana tidak bekerja, melainkan bersekolah. Maafkan Sarah yah, bu, Sarah tidak mengirimkan surat tentang kabar Sarah selama ini, karena Sarah sibuk menyelesaikan skripsi sarah di sana” kata Sarah. ”Tidak apa-apa nak, yang penting kamu pulang dengan selamat” kata ibu dan ayahnya. Tiba-tiba Sarah langsung dipeluk oleh ibunya. Sarah...oh anakku, akhirnya kamu kembali juga. Ayah dan ibu bingung memikirkanmu” kata Ibunya Ana.
Kemudian, Ana langsung mengambil tasnya dan merogoh sesuatu. Lalu dia mengambil uang dan memberikannya kepada kedua orang tuanya sebesar 30.000.000. ”Ibu,ayah sekiranya ini cukup untuk membelikan kebutuhan hidup keluarga ini sehari-hari dan untuk membiayai sekolah adik-adik Sarah”, kata Sarah. ”Terima kasih Sarah, engkau memang anak ibu yang baik”, kata ibu Sarah. Sarah, dan seluruh keluarganya senang bisa berkumpul lagi seperi dulu.

Dewi Ambika

Katresnan kuwi mulya. Dudu barang sepele. Mangkono wewarah kang bisa kita jupuk saka lelakone Dewi Ambika, putrane Prabu Darmamuka, narendra ing Giyantipura. Kadhung nibakake tresnane marang Dewabrata, kok satriya iku arep ninggal mlayu. Mesthi wae ora trima, nganti kapan wae Ambika nedya nagih kesaguhane Dewabrata. Prabu Darmamuka darbe putra telu, yaiku: Dewi Ambika, Ambiki, lan Ambahini (uga sok disebut Amba, Ambika, lan Ambalika). Giyantipura nagara makmur merga ratune adil. Anggone jumeneng nata diembani Patih Trimuka. Senapatine raseksa kembar Wahmuka lan Arimuka.
Ngancik diwasa, putri nata tetelune mekar dadi wanodya sulistya, ndadekake akeh satriya lan raja mudha saka mancanagara padha kepencut kepengin nglamar minangka garwa. Sang prabu bingung nemtokake endi kang kudu ditampa. Atas ature patih, Sang Prabu nuli adeg sayembara. Minangka jago,Wahmuka lan Arimuka, sapa kang bisa ngasorake wenang mboyong putri tetelune.
Akeh satriya lan raja padha ngleboni sayembara kuwi. Nanging siji baka siji nalika genti-genti munggah blabar kawat, ora ana kang kuwawa nandhingi Wahmuka lan Arimuka. Senapati raseksa loro kuwi kaya ora tau bisa mati. Saben salah siji mati, kuwandane dilumpati sedulure, bali urip maneh. Wekasane kang mupu sayembara padha mulih tanpa asil.
Sayembara iku uga kapireng Prabu Sentanu, nata Astina. Sang nata kagungan putra telu, Dewabrata, Citragada, lan Citrasena. Tetelune wis diwasa, ning durung palakrama. Sang nata ngutus Dewabrata kang pambayun supaya ngleboni sayembara.
Nadyan abot nindakake dhawuhe kang rama, Dewabrata matur sendika. Satriya bagus iki sejatine wis sumpah nedya wadat, ora palakrama selawase, merga ora kepengin gumanti nata. Lakune Dewabrata menyang Giyantipura kadherekake panakawan catur.
Dewabrata wis teka ing Giyantipura, banjur munggah blabar kawat nandhingi Wahmuka lan Harimuka. Nganti sawatara suwene anggone padha perang tandhing, ning ora ana kang kalah. Senapati buta loro iku saben salah sijine tiwas, kuwandane dilangkahi sedulur kembarane, jegegah bali urip maneh..
Mangkono wola-wali nganti Dewabrata kekeselen. Banjur takon marang Semar, apa wewadine mungsuhe kuwi. Semar ngulungake kunir-enjet lan matur supaya diolesake ing pucuk kerise Dewabrata. Keris diolesi kunir-enjet, Dewabrata bali maju maneh. Lan aneh, nalika Wahmuka kesuduk, sanalika sirna malih dadi kawah. Dene Arimuka malih dadi ari-ari. Jebule buta loro kuwi panjalmane kawah lan ari-arine putri nata Giyantipura.
Prabu Darmamuka resmi maringake putri tetelune marang Dewabrata. Dewi Ambika digarwa Dewabrata, Dewi Ambiki digarwa Citrasena, lan Dewi Ambahini digarwa Citragada. Kanggo sauntara, Dewabrata lan Dewi Ambika mapan ana kraton Giyantipura.
Dewi Ambika tresna banget marang Dewabrata. Yen turu, ora gelem adoh, njaluke tansah ditunggoni. Ning Dewabrata banjur eling marang prasetyane wadat. Mula, nalika Dewi Ambika lagi turu kepati, kanthi sesidheman metu saka kraton nedya bali menyang Astina. Ning, lagi tekan tapel watese kutha, ketututan Dewi Ambika. Sang dewi mbondheti nedya melu menyang ngendi wae. Dewabrata panggah ora gelem dieloni. Malah ngunus keris kanggo meden-medeni. Lan tanpa disengaja, keris ngenani Dewi Ambika temenan, ndadekake patine. Sasedane Dewi Ambika, ana swara ngumandhang ing langit ngandharake, besuk Dewabrata bakal nemahi pati ing tangane senapati wanita ing perang Baratayuda. Bab iku tembene kedadeyan tenan. Dewabrata kang besuke dadi pandhita jejuluk Resi Bisma, nalika madeg senapatine Kurawa gugur lumawan Srikandhi.

Cerpen ; Gak Lagi Deh . . .!!!

Pagi itu, suasana SMP Bina Mulia mulai tampak ramai. Para siswa dan siswi mulai berdatangan melewati pintu gerbang sekolah. Tampak sebagian sedang asyik berceloteh ria bersama kawannya. Yang sebagian lagi berjalan malas-malasan berangkat sekolah.
“ Ririn” rupa-rupanya teriakan cempereng itu telah mengagetkan temannya.
Ririn berbalik, ia kaget setengah mati melihat tampilan sahabatnya
“ Gimana cantik gak, kalau aku pakai jilbab?” Tanya Sinta sambil berputar-putar seperti seorang peragawati.
“ Aku ikut senang, kalau kamu udah mau tutup aurat dengan memakai jilbab. Kamu udah mantap kan?
Dan siap menjalankan konsekuensinya?” Tanya Zahra mencoba meyakinkan pendirian sahabatnya
“ Emmmm, aku belum terlalu yakin.
Sebetulnya jujur nih aku pakai jilbab tuh buat ngedeketin Reza anak Rohis kakak kelas kita.” Jawab Sinta polos
“ Masya Allah, kamu tuh keterlaluan, jilbab tuh bukan sebuah alat untuk pdkt tahu?. Jangan buat main-main ah!.” Tegur Ririn menasehati.
Lha mbok kasih support sahabatnya biar sukses gitu.” ujar Sinta seenaknya
“ Udah ah, kayak gitu kok minta support aku. Kamu tuh dibilangin suka ngeyel. Yuk masuk aja bentar lagi bel. “ Ajak Ririn.
Di tengah pelajaran pun, omongan Sinta hanya Reza saja mulai dari yang baik , alim , cakep , dsb. Ririn hanya bisa menjadi pendengar setia dan sesekali menimpali ucapan Sinta.
“Sinta, Ririn tolong Anda berdua kerjakan soal di papan tulis!. Teriak Pak Andi guru Fisika killler yang sedang mengajar mengagetkan mereka
“ Dari tadi, Anda berdua terus ngobrol seolah sudah bisa. Ayo kerjakan!. “ Perintah Pak Andi.
“ Mampus deh!.” Kata mereka berdua dalam hati. Mereka lemas dan saling menyalahkan.
Beberapa hari kemudian, Sinta meminta Ririn agar diajak ke pengajian anak-anak rohis di sekolah. Yang kebetulanRirin sering mengikutinya tiap hari Minggu . Ririn yang tahu maksud Sinta pun, tak bosan-bosannya menegur. Saat hari Minggu, ia menghampiri Sinta. Sesuai permintaan, Sinta mengajaknya ke pengajian, ia terperanjat.
“ Sis, beneran kamu mau ikut ke pengajian?. Kalau iya, jangan dandan menor kayak gitu ah. Kamu kan pakai jilbab,ini tuh bukan fashion show.” nasehat Ririn.
“ Ya, kamu tuh gak tahu aja, aku kan kayak gini biar diperhatiin Ibnu tahu?.” Jelas Sinta.
“ Yuk berangkat!” Ajaknya
“ Udah ah terserah kamu. Capek aku kasih tahu.” Ujarnya.
Esoknya di sela istirahat, Sinta bercerita“ Rin, tahu gak kemarin Reza ngobrol ama aku usai pengajian.” Lapor Sinta setengah girang
“ Emang kamu ama dia ngobrol apaan?” Tanya Ririn.
“ Banyak sih, soal agama gitu deh. Buat bosen juga sih. Eh, kemarin dia juga negur penampilan aku yang katanya kurang sesuai saat aku pakai jilbab.” Jawab Sinta.
“ Nah, bener kan apa kataku. Kamu kalau diberitahu gak mau dengerin.” Kata Ririn.
“ Iya deh aku yang salah” Maaf Sinta
Tiap hari ada saja cara-cara Sinta buat menarik perhatian Reza mulai sering datang ke pengajian lebih awal, mengajak Reza diskusi, sampai-sampai dibela-belain bawa kue khusus buat Reza setelah pengajian. Ririn hanya bisa tertegun melihat kelakuan sahabatnya
“ Ya, Allah sadarkan sahabatku. Bahwa yang dilakukannya salah. “ Doa Ririn dalam hati.
Sorenya, saat Sinta main ke rumah Ririn.”Rin, aku udah gak bisa tahan lagi nih buat nyataiin perasaanku sama Reza nih!.” Kata Sinta mengagetkan Ririn.
“Apa??, kamu tuh ya gak malu apa? Masak cewek nyatain diri duluan sama cowok!. Lagipula, aku yakin Reza tuh gak mau pacaran . Soalnya aku tahu dia tuh tipe orang yang memegang teguh agamanya .” Jelas Ririn.
“ Yahhhhhhhhh, Ririn jangan mematahkan semangatku donk!.” Kata Sinta hampir menangis
“Udah deh, saranku lupakan niatmu itu.” Saran Ririn.
Ia tahu akan sulit bagi sahabatnya untuk mendapatkan sebuah jawaban dari Reza. Karena ia tahu, sebetulnya Reza itu…

“Ah lupakan saja jangan sampai dia tahu. “ Ririn membatin
“ Gak, aku gak mau. Aku udah bulat mau nyatain perasaanku sama dia sore ini juga”, mantap Sinta.
Esok hari di sekolah, Ririn sudah tidak sabar menunggu kabar dari Sinta. Tak lama ia melihat Sinta di koridor sekolah, ia menyusulnya.
“ Gimana Sis kemarin?” Tanya Ririn mendesak
Sisca hanya tersenyum simpul. Di taman belakang sekolah, Ia menumpahkan air matanya di pundak Ririn.
“Rin, Ibnu menolakku .” Kata Sinta terisak. Ia menangis sesenggukan
“ Sin, jujur kalau saja kamu mau dengerin nasehatku.” kata Ririn.
“Mungkin kamu gak kayak gini”. Sinta menatap mata Zahra
“Maksud kamu?” Tanya Sinta heran
“Jujur, aku tahu banget siapa dia.
Kamu tahu, itu karena dia adalah saudara sepupuku.” Kata Ririn tertahan.
“ Haaaaaaaa, kenapa nggak dari dulu kamu cerita padaku?” Tanya Sinta hampir marah. “ Aku malu tahu.” marah Sinta.
“ Maafkan aku Sin bukannya aku bermaksud kayak gitu.” Jelas Ririn. Sinta kaget, rasa marah, malu, dan sedihnya bercampur.
“ Kamu jahat banget sih!.” Teriak Sinta. Ia pun berlari meninggalkan Ririn di bangku taman.
“Sinnnn, “ Kejar Zahra.
Terlambat, Sinta sudah menyetop angkot. Ririn menatap sedih melihat kepergian sahabatnya.
Malamnya, Ririn berusaha menelopon tetapi tidak dijawab, SMS dari Ririn juga tidak dibalas.
“ Duh, gimana nih biar Sinta ga marah ama aku?” Bingung Ririn. “Emmm, gimana kalau aku ke rumahnya setelah salat isya. Kan gak jauh-jauh amat tuh.” Kata Ririn dalam hati
“Sinta, ada Ririn tuh di bawah nungguin kamu.” Kata Ibu Sinta sambil mengetuk pintu kamar Sinta.
“Ma, bilangin kalau aku gak ada .” Teriak Sinta sambil menutup wajahnya dengan bantal.

Pintu kamar dibuka, Ririn masuk.
“ Ngapain kamu datang?.” Sinta melengos.
“ Sin, maafkan aku. Aku merasa bersalah gak kasih tahu kamu.” Ririn mencoba menjelaskan.
Setelah beberapa saat, hati Sisca mulai melunak atas penjelasan-penjelasan yang diberikan Ririn.
“ Rin, maafkan aku juga ya. Mungkin ini teguran dari Allah karena aku pakai jilbab karena ada maksudnya.” Kata Sinta. Mereka berdua berpelukan
“ Jadi tetap pakai jilbab kan?” Tanya Ririn mencoba meyakinkan
“Ya, iyalah.” Kata Sinta. Lalu mereka tertawa bersamaan
Beberapa hari kemudian, Sinta mulai ceria lagi, tak ada raut muka sedih pada dirinya. Ia juga masih mengikuti pengajian. Tiba-tiba, saat mereka jajan di kantin Sinta menyeletuk.
“ Rin, tahu gak kemarin waktu pengajian aku lihat dari alumni Rohis yang datang, siapa namanya itu? , Ari ya itu?, ganteng banget tahu!.” Kata Sinta.
Ririn pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ampunnnnnnnnnn, gak lagi deh” Kata Ririn dalam hati.

Beauty and the beast

Once upon a time, there was a beautiful girl named Beauty. She lived with her father and her sisters in a small village. One day, her father saw an old castle and went it. In the castle, he picked a rose for Beauty. Suddenly, an angry Beast appeared. He wanted to kill her father, unless Beauty was brought to him. After arriving at Beauty’s house, her sisters ordered her to see the Beast and had to stay at the castle. In the castle, she felt scared, lonely, and sad. She tried to run away but was stopped by the Beast. One day, through the Beast’s magic mirror, Beauty saw that her father was sick. The beast allowed to her to go home. After arriving at home, her father was happy to see her. One night, Beauty had a dream that the Beast was sick. Beauty hurried back and saw the Beast dying. She began to cry. Tears fell into the Beast. Suddenly, the Beast changed into handsome prince. Beauty and the prince got married and lived happily.

artikel : Penyalahgunaan Nakoba

LATAR BELAKANG

Jaman sekarang banyak kalang remaja yang kecanduan narkotika. Mereka menggunakan narkoba karena, mereka ingin terlihat gaya, solidaritas kelompok/komunitas/gerik, menghilangkan rasa sakit, coba-coba/ingin tahu, ikut-ikutan, menonjolkan sisi berontak, dll. Tapi, mereka tidak tahu narkoba itu apa dan berakibat bagaimana. Sehingga mereka mengonsumsi narkoba. Padahal akibatnya kita menggunakan narkoba itu tidak baik. Akibatnya, kesehatan kita terganggu. Jika mereka sudah mengonsumsi narkoba, mereka akan kecanduan. Kalau tidak mengonsumsi narkoba, tubuh mereka akan terasa sakit, badan tersa panas dingin, menggigil, detak jantung tidak karuan, pusing, dll.

Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai pedoman murid, guru dan pembaca. Makalah ini berisikan pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, penyalahgunaan narkoba, akibat penyalahgunaan narkoba, penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Sebagai generasi bangsa, kita harus menjaga diri kita agar kita nanti dapat menjadi pemimpin bangsa. Kita tidak boleh merusak diri kita sendiri, karena kita seorang generasi bangsa.























BAB II
ISI

LATAR BELAKANG
Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta melaporkan bahwa dari penderita yang umumnya berusia 15-24 tahun, kebanyakan dari mereka aktif di sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, atau perguruan tinggi. Penyalahgunaan narkoba biasanya diawali dengan pemakaian pertama pada usia SD atau SMP karena tawaran, bujukan, dan tekanan seseorang atau kawan sebaya. Selanjutnya tidak sulit unutk menerima tawaran berikutnya. Dari pemakaian sekali, kemudian beberapa kali, akhirnya menjadi ketergantungan terhadap zat yang digunakan.


Narkoba yang disalahgunakan menyebabkan ketergantungan antara lain heroin, sabu, ektasi, obat penenang dan obat tidur. Seseorang memakai narkoba kabanyakan karena untuk:

a. Menghilangkan stress
b. Untuk bersenang-senang (recreational use )
c. Atau untuk bersosialisasi ( social use )

PENGERTIAN
Apa sih pengertian penyalahgunaan narkoba itu? Mengapa narkoba disalahgunakan? Pertanyaan tersebut menarik untuk kita ketahui dan akan dijawab dibawah ini!
Narkoba ( narkotik, psikotropika, dan obat terlarang ) berarti obat atau bahan yang bukan tergolong makanan yang jika diisap, dihirup, ditelan, atau disuntikkan lama-kelamaan akan menimbulkan kerusakan pada organ tubuh tertentu
Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba yang dilakukan tidak untuk pengobatan, tetapi karena ingin menikmati pengaruhnya, dalam jumlah yang berlebih yang kurang teratur, dan berlangsung cukup lama, sehinggga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, mental, dan kehidupan sosialnya. Penyalahgunaan narkoba ini menyebabkan sakit kanker, atau terserang penyakit virus HIV/AIDS.
Orang-orang menyalahgunakan narkoba karena adanya alasan tertentu, yakni:
a. Anticipatory beliefs, yaitu anggapan bahwa jika memakai narkoba orang akan menilai dirinya hebat, dewasa, megikuti mode, dan sebagainya
b. Relieving belefs, yaitu keyakinan bahwa narkoba dapat digunakan untuk mengatasi ketegangan, cemas, dan depresi akibat stresor psikososial
c. Facilitative atau permissive beliefs, yaitu keyakinan bahwa penggunaan narkoba merupakan gaya hidup atau kebiasaan karena pengaruh zaman atau perubahan nilai sehingga dapat diterima

Akibat Penyalahgunaan Narkoba
1. Bagi diri sendiri
a. Terganggunya fungsi otak dan perkembangan normal remaja
b. Intoksikasi ( keracunan )
c. Overdosis ( OD )
d. Gejala putus zat
e. Berulang kali kambuh
f. Gangguan peilaku mental social
g. Gangguan kesehatan
h. Mengendornya nilai-nilai kehidupa agama, social budaya
i. Keuangan dan hukum
2. Bagi keluarga
a. Suasana hidup nyaman, amam,dan tentram terganggu
b. Keluarga mulai resah karena barang-barang berharga di rumah hilang
c. Orang tua menjadi putus asa karena masa depan anak tidak jelas
d. Pengeluaran uang meningkat
3. Bagi Sekolah
a. Kedisiplinan dan motivasi yang sangat penting bagi proses belajar rusak
b. Suasana belajar mengajar di kelas terganggu
c. Prestasi belajar turun drastis
d. Sering membolos
e. Meningkatnya perkelahian
f. Perusakan barang-barang milik sekolah
g. Tidak menghormati pihak lain
h. Dikeluarkan dari sekolah
4. Bagi masyarakat, Bangsa dan Negara
a. Tingkat kejahatan meningkat
b. Negara menderita kerugian karena tidak produktif
c. Kesinambungan pembangunan terancam



JENIS-JENIS NARKOBA
Contoh jenis-jenis Narkotika:
Golongan Opioida
a. Bunga poppy ( candu )
b. Morfin HCI
c. Heroin murni
d. Heroin Meksiko

Golongan Koka dan daun Koka
a. Tanaman Koka
b. Batang dan buah Koka
c. Daun Koka dan serbuk Koka

Golongan Ganja
a. Daun ganja
b. Ganja kering
c. Rokok ganja
d. Tembakau ganja

Contoh jenis-jenis Psikotropika
a. Ekstasi
b. XTC
c. Inex
d. Amfetamin
e. Sekobarbital
f. Amobarbital
g. LEXO
h. MG
i. DUM



MINUMAN KERAS

Adalah semua minuman yang mengandung Alkohol tetapi bukan obat.Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:- Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%- Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%- Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :- Bir,Green Sand 1% - 5%- Martini, Wine (Anggur) 5% - 20%- Whisky, Brandy 20% -55%.mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan "asyik". Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan. EFEK SAMPING YANG DITIMBULKAN : Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan. Bila dikonsumsi lebih banyak lagi, akan muncul efek sebagai berikut : merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional ( sedih, senang, marah secara berlebihan ) muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkahlakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.

Akibat/Dampak Langsung Dan Tidak Langsung Penyalahgunaan Narkoba Pada Kehidupan & Kesehatan Manusia
Fri, 14/03/2008 - 5:03pm — godam64

Narkotika dan obat terlarang serta zat adiktif / psikotropika dapat menyebabkan efek dan dampak negatif bagi pemakainya. Danmpak yang negatif itu sudah pasti merugikan dan sangat buruk efeknya bagi kesehatan mental dan fisik.

Meskipun demikian terkadang beberapa jenis obat masih dipakai dalam dunia kedokteran, namun hanya diberikan bagi pasien-pasien tertentu, bukan untuk dikonsumsi secara umum dan bebas oleh masyarakat. Oleh karena itu obat dan narkotik yang disalahgunakan dapat menimbulkan berbagai akibat yang beraneka ragam.

A. Dampak Tidak Langsung Narkoba Yang Disalahgunakan

1. Akan banyak uang yang dibutuhkan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan pecandu jika tubuhnya rusak digerogoti zat beracun.
2. Dikucilkan dalam masyarakat dan pergaulan orang baik-baik. Selain itu biasanya tukang candu narkoba akan bersikap anti sosial.
3. Keluarga akan malu besar karena punya anggota keluarga yang memakai zat terlarang.
4. Kesempatan belajar hilang dan mungkin dapat dikeluarkan dari sekolah atau perguruan tinggi alias DO / drop out.
5. Tidak dipercaya lagi oleh orang lain karena umumnya pecandu narkoba akan gemar berbohong dan melakukan tindak kriminal.
6. Dosa akan terus bertambah karena lupa akan kewajiban Tuhan serta menjalani kehidupan yang dilarang oleh ajaran agamanya.
7. Bisa dijebloskan ke dalam tembok derita / penjara yang sangat menyiksa lahir batin.

Biasanya setelah seorang pecandu sembuh dan sudah sadar dari mimpi-mimpinya maka ia baru akan menyesali semua perbuatannya yang bodoh dan banyak waktu serta kesempatan yang hilang tanpa disadarinya. Terlebih jika sadarnya ketika berada di penjara. Segala caci-maki dan kutukan akan dilontarkan kepada benda haram tersebut, namun semua telah terlambat dan berakhir tanpa bisa berbuat apa-apa.

B. Dampak Langsung Narkoba Bagi Jasmani / Tubuh Manusia

1. Gangguan pada jantung
2. Gangguan pada hemoprosik
3. Gangguan pada traktur urinarius
4. Gangguan pada otak
5. Gangguan pada tulang
6. Gangguan pada pembuluh darah
7. Gangguan pada endorin
8. Gangguan pada kulit
9. Gangguan pada sistem syaraf
10. Gangguan pada paru-paru
11. Gangguan pada sistem pencernaan
12. Dapat terinfeksi penyakit menular berbahaya seperti HIV AIDS, Hepatitis, Herpes, TBC, dll.
13. Dan banyak dampak lainnya yang merugikan badan manusia.

C. Dampak Langsung Narkoba Bagi Kejiwaan / Mental Manusia

1. Menyebabkan depresi mental.
2. Menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik.
3. Menyebabkan bunuh diri
4. Menyebabkan melakukan tindak kejehatan, kekerasan dan pengrusakan.

Efek depresi bisa ditimbulkan akibat kecaman keluarga, teman dan masyarakat atau kegagalan dalam mencoba berhenti memakai narkoba. Namun orang normal yang depresi dapat menjadi pemakai narkoba karena mereka berpikir bahwa narkoba dapat mengatasi dan melupakan masalah dirinya, akan tetapi semua itu tidak benar.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALAHGUNAAN NARKOBA

B.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba

Ada beberapa faktor dapat mempengaruhi penyalahgunaan narkoba, yaitu :
a. Faktor lingkungan sosial, yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari lingkungan sosial pelaku, baik lingkungan sekolah, pergaulan dan lain-lain. Hal tersebut dapat terjadi karena benteng pertahanan dirinya lemah, sehingga tidak dapat membendung pengaruh negatif dari lingkungannya. Pada awalnya mungkin sekedar motif ingin tahu dan coba-coba terhadap hal yang baru, kemudian kesempatan yang memungkinkan serta didukung adanya sarana dan prasarana. Tapi lama kelamaan dirinya terperangkap pada jerat penyalahgunaan narkoba.
b. Faktor kepribadian : rendah diri, emosi tidak stabil, lemah mental. Untuk menutupi itu semua dan biar merasa eksis maka melakukan penyalahgunaan narkoba.

B.4. Tempat dan sasaran peredaran
Tempat peredaran narkoba pada mulanya di tempat-tempat hiburan, seperti pub, diskotik, karaoke. Namun karena tempat tersebut dinilai tidak aman maka tempat transaksinya berpindah-pindah supaya terhindar dari petugas kepolisian. Demikian pula sasaran peredaran narkoba pada mulanya juga terbatas pada kalangan tempat hiburan malam, tetapi kemudian merambah kepada mahasiswa, pelajar, eksekutif, bisnisman dan masyarakat luas.

C. Pengaturan Narkoba Dalam Perundang-undangan
C.1. Landasan Hukum
Landasan hukum yang berupa peraturan perundang-undangan dan konvensi yang sudah diratifikasi cukup banyak, di antaranya adalah :
a. UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika
b. UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika
c. UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
d. PP Nomor 1 Tahun 1980 tentang ketentuan Penanaman Papaver, Koka dan Ganja.
e. Keputusan Presiden No. 3 tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol
f. UU No. 8 Tahun 1976 tentang Perngesahan Konvensi Tunggal Narkotika 1961
g. Konvensi Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika 1988
h. Kep. Menkes No. 196/Men.Kes./SK/VIII/1997 tentang Penetapan Alat-alat dan Bahan-bahan sebagai barang di Bawah Pengawasan

C.2. Ketentuan Pidana
Penyalahgunaan Narkoba termasuk kualifikasi perbuatan pidana (delict) yang diatur dalam peraturan perundang-undangan sebagaimana disebutkan di atas. Hukum pidana menganut asas legalitas, sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (1) KUHP yang menegaskan : “Tiada suatu perbuatan dapat dipidanakan kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada, sebelum perbuatan dilakukan”. Perkara narkotika termasuk perkara yang didahulukan dari perkara lain untuk diajukan ke pengadilan guna penyelesaian secepatnya.
Tentang Ketentuan Pidana Narkotika diatur dalam UU No. 22 Tahun 1997, Bab XII, Pasal 78 s/d 100. Bagi pelaku delik narkotika dapat dikenakan pidana penjara sampai dengan 20 tahun atau maksimal dengan pidana mati dan denda sampai Rp. 25 Milyar. Demikian juga bagi pelaku delik psikotropika, dalam UU No. 5 tahun 1997, Bab XIV tentang Ketentuan Pidana, Pasal 59-72, dapat dikenai hukuman pidana penjara sampai 20 tahun dan denda sampai Rp. 750 juta. Berat ringannya hukuman tergantung pada tingkat penyalahgunaan narkoba, apakah sebagai pemakai, pengedar, penyalur, pengimpor atau pengekspor, produsen ilegal, sindikat, membuat korporasi dan sebagainya.
Kalau dilihat ketentuan pidananya sebenarnya sudah cukup berat. Tapi dalam praktek peradilan, seringkali hakim menjatuhkan pidana yang sangat ringan hanya beberapa bulan saja atau malah dibebaskan kepada pelaku penyalahgunaan narkoba. Tentu saja ini tidak membuat si pelaku menjadi jera. Hal ini yang kadang membuat masyarakat menjadi tidak puas dan timbul kesan negatif kepada lembaga peradilan yang dinilai tidak sungguh-sungguh dalam menegakkan hukum untuk menjerat pelaku penyalahgunaan Narkoba. Itulah salah satu sisi kelemahan dari Undang-undang Narkotika yang tidak mencantumkan batas minimum ancaman hukuman kepada para pelaku penyalahgunaan narkoba.
Oleh karena itulah pemerintah dalam sidang kabinet bidang Polkam yang dipimpin Presiden Gus Dur memutuskan akan membuat hukuman minimal 12 s/d 20 Tahun untuk para pelaku pengedar dan penyalahgunaan narkoba. Diharapkan dengan adanya batas minimum hukuman, pelaku penyalahgunaan narkoba akan berpikir ulang melakukan tindakannya.









D. Upaya Penanggulangannya

Upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan melalui beberapa cara, sebagai berikut ini :
a. Preventif (pencegahan), yaitu untuk membentuk masyarakat yang mempunyai ketahanan dan kekebalan terhadap narkoba. Pencegahan adalah lebih baik dari pada pemberantasan. Pencegahan penyalahgunaan Narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pembinaan dan pengawasan dalam keluarga, penyuluhan oleh pihak yang kompeten baik di sekolah dan masyarakat, pengajian oleh para ulama, pengawasan tempat-tempat hiburan malam oleh pihak keamanan, pengawasan distribusi obat-obatan ilegal dan melakukan tindakan-tindakan lain yang bertujuan untuk mengurangi atau meniadakan kesempatan terjadinya penyalahgunaan Narkoba.
b. Represif (penindakan), yaitu menindak dan memberantas penyalahgunaan narkoba melalui jalur hukum, yang dilakukan oleh para penegak hukum atau aparat keamanan yang dibantu oleh masyarakat. Kalau masyarakat mengetahui harus segera melaporkan kepada pihak berwajib dan tidak boleh main hakim sendiri.
c. Kuratif (pengobatan), bertujuan penyembuhan para korban baik secara medis maupun dengan media lain. Di Indonesia sudah banyak didirikan tempat-tempat penyembuhan dan rehabilitasi pecandu narkoba seperti Yayasan Titihan Respati, pesantren-pesantren, yayasan Pondok Bina Kasih dll.
d. Rehabilitatif (rehabilitasi), dilakukan agar setelah pengobatan selesai para korban tidak kambuh kembali “ketagihan” Narkoba. Rehabilitasi berupaya menyantuni dan memperlakukan secara wajar para korban narkoba agar dapat kembali ke masyarakat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kita tidak boleh mengasingkan para korban Narkoba yang sudah sadar dan bertobat, supaya mereka tidak terjerumus kembali sebagai pecandu narkoba.




Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba

Sebagai peralihan dari masa anak menuju ke masa dewasa, masa remaja merupakan masa yang penuh dengan kesulitan dan gejola, baik bagi remaja sendiri maupun bagi orang tuanya. Seringkali karena ketidaktahuan dari orang tua mengenai keadaan masa remaja tersebut ternyata mampu menimbulkan bentrokan dan kesalahpahaman antara remaja dengan orang tua yakni dalam keluarga atau remaja dengan lingkungannya.

Hal tersebut di atas tentunya tidak membantu si remaja untuk melewati masa ini dengan wajar, sehingga berakibat terjadinya berbagai macam gangguan tingkah laku seperti penyalahgunaan zat, atau kenakalan remaja atau gangguan mental lainnya. Orang tua seringkali dibuat bingung atau tidak berdaya dalam menghadapi perkembangan anak remajanya dan ini menambah parahnya gangguan yang diderita oleh anak remajanya.

Untuk menghindari hal tersebut dan mampu menentukan sikap yang wajar dalam menghadapi anak remaja, kita sekalian diharapkan memahami perkembangan remajanya beserta ciri-ciri khas yang terdapat pada masa perkembangan tersebut. Dengan ini diharapkan bahwa kita (yang telah dewasa) agar memahami atas perubahan-perubahan yang terjadi pada diri anak dan remaja pada saat ia memasuki masa remajanya. Begitu pula dengan memahami dan membina anak/remaja agar menjadi individu yang sehat dalam segi kejiwaan serta mencegah bentuk kenakalan remaja perlu memahami proses tumbuh kembangnya dari anak sampai dewasa.


Beberapa Ciri Khas Masa Remaja

• Perubahan peranan

Perubahan dari masa anak ke masa remaja membawa perubahan pada diri seorang individu. Kalau pada masa anak ia berperan sebagai seorang individu yang bertingkah laku dan beraksi yang cenderung selalu bergantung dan dilindungi, maka pada masa remaja ia diharapkan untuk mampu berdiri sendiri dan ia pun berkeinginan mandiri. Akan tetapi sebenarnya ia masih membutuhkan perlindungan dan tempat bergantung dari orang tuanya. Pertentangan antara keinginan untuk bersikap sebagai individu yang mampu berdiri sendiri dengan keinginan untuk tetap bergantung dan dilindungi, akan menimbulkan konflik pada diri remaja. Akibat konflik ini, dalam diri remaja timbul kegelisahan dan kecemasan yang akan mewarnai sikap dan tingkah lakunya. Ia menjadi mudah sekali tersinggung, marah, kecewa dan putus asa.

• Daya fantasi yang berlebihan

Keterbatasan kemampuan yang ada pada diri remaja menyebabkan ia tidak selalu mampu untuk memenuhi berbagai macam dorongan kebutuhan dirinya.

• Ikatan kelompok yang kuat

Ketidakmampuan remaja dalam menyalurkan segala keinginan dirinya menyebabkan timbulnya dorongan yang kuat untuk berkelompok. Dalam kelompok, segala kekuatan dirinya seolah-olah dihimpun sehingga menjadi sesuatu kekuatan yang besar. Remaja akan merasa lebih aman dan terlindungi apabila ia berada di tengah-tengah kelompoknya. Oleh karena itu ia berusaha keras untuk dapat diakui oleh kelompoknya dengan cara menyamakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada dalam kelompoknya. Rasa setia kawan terjalin dengan erat dan kadang-kadang menjurus ke arah tindakan yang membabi buta.

• Krisis identitas

Tujuan akhir dari suatu perkembangan remaja adalah terbentuknya identitas diri. Dengan terbentuknya identitas diri, seorang individu sudah dapat memberi jawaban terhadap pertanyaan: siapakah, apakah saya mampu dan dimanakah tempat saya berperan. Ia telah dapat memahami dirinya sendiri, kemampuan dan kelamahan dirinya serta peranan dirinya dalam lingkungannya. Sebelum identitas diri terbentuk, pada umumnya akan terjadi suatu krisis identitas. Setiap remaja harus mampu melewati krisisnya dan menemukan jatidirinya.



Berbagai Motivasi Dalam Penyalahgunaan Obat

• Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal.

• Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini; dan ini merupakan suasana hati menekan yang mendalam dalam diri remaja; antara lain:

1. Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya.

2. Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat.

3. Perubahan teknologi yang cepat.

4. Kaburnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral; (hal ini berarti perlu pembinaan Budi Pekerti – Akhlaq)

5. Meningkatnya waktu menganggur.

6. Ketidakseimbangan keadaan ekonomi misalnya kemiskinan, perbedaan ekonomi etno-rasial, kemewahan yang membosankan dan sebagainya.

7. Menjadi manusia untuk orang lain.


Adanya faktor-faktor sosial kultural seperti yang dikemukakan di atas akan mempengaruhi kehidupan manusia dan dapat menimbulkan motivasi tertentu untuk mamakai zat. Pengaruh ini akan terasa lebih jelas pada golongan usia remaja, karena ditinjau dari sudut perkembangan, remaja merupakan individu yang sangat peka terhadap berbagai pengaruh, baik dari dalam diri maupun dari luar dirinya atau lingkungan.



Penanggulangan Narkoba - Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan cenderung semakin meningkat serta merupakan masalah bersama antara yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh komponen bangsa yang bersatu padu dalam suatu gerakan bersama untuk melaksanakan strategi ”menyeimbangkan dan memadukan pengurangan pemasukan dan pengurangan permintaan” sehingga program P4GN dapat berhasil guna yang meliputi bidang-bidang sebagai berikut

1. Bidang Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba.

Mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba dengan meningkatkan kapasitas kelembagaan lintas bidang terkait, meningkatkan kualitas individu aparat, serta menumbuhkan kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat melalui lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa dan pemuda, pekerja, serta lembaga-lembaga lainnya yang ada di masyarakat. (Pendidikan, Kesehatan sosial, Sosial-Akhlak, Sosial-pemuda & OR Ekonomi-Tenaga Kerja). Mencegah terjadinya penyalahgunaan dan perredaran gelap, dengan upaya-upaya yang berbasiskan masyarakat mendorong dan menggugah kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif seluruh komponen masyarakat dengan motto yang menjadi pendorong semangat adalah ”Mencegah Lebih baik Daripada Mengobati”, adalah


* Strategi pre-emtif (Prevensi Tidak Langsung)

Merupakan pencegahan tidak langsung yaitu, menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor yang mendorong timbulnya kesempatan atau peluang untuk melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, dengan usahakegiatan dengan menciptakan kesadaran, kepedulian, kewaspadaan, dan daya tangkal masyarakat dan terbina kondisi, prilaku dan hidup sehat tanpa narkoba.


* Strategi Nasional Usaha Promotif

Usaha-usaha promotif dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan dn pengembangan lingkungan masyarakat bebas narkoba, pembinaan dan pengembangan pola hidup sehat, beriman, kegiatan positif, produktif, konstruktif dan kreatif.


* Strategi nasional untuk komunikasi, Informasi dan Pendidikan Pencegahan.

Pencegahan penyalahgunaan narkoba terutama diarahkan kepada generasi muda (anak, remaja, pelajar, pemuda, dan mahasiswa). Penyalahgunaan sebagai hasil interaksi individu yang kompleks dengan berbagai elemen dari lingkungannya, terutama dengan orng tua, sekolah, lingkungan masyarakat dan remajapemuda lainnya, oleh karena itu Strategi informasi dan Pendidikan Pencegahan dilaksanakan melalui 7 (Tujuh) jalur yaitu

o Keluarga, dengan sasaran orang tua, anak, pemuda, remaja dan anggota keluarga lainnya.
o Pendidikan, sekolah maupun luar sekolahdengan kelompok sasaran gurutenaga pendidikan dan peserta didikwarga belajar baik secara kurikuler maupun ekstra kurikuler.

o Lembaga keagamaan, engan sasaran pemuka-pemuka agama dan umatnya.

o Organisasi sosial kemasyarakatan, dengan sasaran remajapemuda dan masyarakat.

o Organisasi Wilayah Pemukiman (LKMD, RT,RW), dengan sasaran warga terutama pemuka masyarakat dan remaja setempat.

o Unit- unit kerja, dengan sasaran Pimpinan, Karyawan dan keluargannya.

o Mass Media baik elektronik, cetak dan Media Interpersonal (Talk show dan dialog interaktif), dengan sasaran luas maupun individu.


* Strategi Nasional untuk Golongan Beresiko Tinggi

Strategi ini disisapkan khusus untk remajapemuda yang beresiko tinggi, yaitu mereka yang memepunyai banyak masalah, yang dengan edukasi preventif saja tidak cukup krena tidak menyentuh permasalahan yang mereka alami. Pada umumnya masalah-masalah tersebut, menyangkut kehidupan keluarga drop outputus sekolah, putus pacar, kehamilan diluar nkah, tekanan kelompok sebaya (peer group), glandangan dan anak terlantar, dan lain-lain.



* Strategi Nasional untuk partisipasi Masyarakat

Strategi ini merupakan strategi pencegahan berbasis masyarakat, sebagai upaya untuk menggugah, mendorong dan menggerakan masyarakat untuk sadar, peduli, dan aktif dalam melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Suksesnya strategi ni sangat tertanggung pada partisispasi masyarakat dalam usaha-usaha promotif, edukasi prevensi, dan penanganan golongan beresiko tinggi. Kekuatan-kekuatan didalam masyarakat di mobilisir untuk secara aktif menyelenggarakan program-program dibidang-bidang tersebut ditas.



INDIKATOR KINERJA

Ukuran keberhasilan pelaksanaan pencegahan, pembrantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba ditunjukan oleh pencapaian indikator kinerja yang menunjukan keberhasilan pelaksanaan program adalah sebagai berikut



Bidang Pencegahan

* Meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba

* Meningkatnya pengetahuan masyarakat umum tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba.

* Terjadinya peubahan sikap masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan Narkoba.

* Meningkatnya ketrapilan masyarakat terhadap penyalahgunaan Narkoba
* Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bahaya penyalahgunaan Narkoba.




































BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian dan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa narkoba merupakan bahan-bahan yang sangat berbahaya bagi kita semua. Dengan mengonsumsi narkoba, tentu saja kita akan mendapatkan berbagai penyakit yang membuat tubuh kita rusak: diantaranya adalah: (1) penyakit kanker, (2) gangguan kulit, (3) gangguan paru-paru, (4) gangguan fungsi hati, (5) gangguan pencernaan, (6) gangguan jaringan otak, (7) daya tahan tubuh menurun, (8) badan menjadi kurus, (9) tekanan darah tinggi, (10) berisiko terkena HIV/AIDS, dan bahkan dapat menyebabkan (11) kematian.
Dengan adanya berbagai penyakit yang telah diuraikan diatas, pemerintah sangat tidak memperbolehkan seserang mengonsumsi narkoba, terutama pada anak-anak remaja yang kini mulai banyak mengonsumsi bahan-bahan narkoba berbahaya. Kebanyakan mereka adalah yang telah aktif di SD, SMP, atau SMA.
Sebenarnya, hidup tanpa mengonsumsi narkoba itu lebih enak, nyaman, aman, dan tentram. Tetapi, karena ingin hidupnya dibuat bergaya, orang-orang, khususnya para remaja menjadi tidak tahan akan mengonsumsi bahan-bahan narkoba berbahaya.
3.2 Saran
Agar masyarakat, khusunya para remaja terhindar dari bahan-bahan narkoba, diperlukan pencegahan untuk mengonsumsi narkoba. Pencegahan dapat kita lakukan melalui berbagai cara, yaitu: (1) mengurangi atau tidak mengijinkan seseorang atau pabrik membuat narkoba, (2) adanya pengancaman agar dimasukkan penjara bagi orang-orang pengonsumsi atau pembuat narkoba, (3) adanya perhatian dan kasih sayang dari orang tua, dan lain-lain. Sehingga, dengan cara seperi itu, orang-orang khususnya para remaja dapat terhindar dari narkoba dan kehidupan semakin harmonis, aman, nyaman dan tentram tanpa narkoba.